PENGANTAR BISNIS

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dalam bisnis adalah sebagai berikut:

  • Faktor Internal

Faktor ini menjadi bagian dari lingkungan yang dihadapi oleh manajer individual, bukan organisasi secara keseluruhan. Seperti pekerja, dewan komisaris, pemegang saham, dan jaringan stakeholder.

 

  • Faktor External

Faktor external adalah keadaan yang mempengaruhi dari hal-hal yang dating dari luar lingkungan. Seperti konsumen, pemasok, pesaing, pemerintah, lembaga keuangan, dan kelompok-kelompok lainnya.

Ada beberapa komponen dalam menyusun rencana bisnis:

  • Ulasan Deskripsi Bisnis

Dalam ulasan deskripsi bisnis ini menjelaskan secara secara singkat tentang bidang apa yang akan di jalankan. Berikan potensi produk yang di jalani dengan kemampuan d masa depan. Dan berikan peluang pasar serta perkembangan produk .

  • Strategi Pemasaran

Strategi yang dijalankan haruslah berdasarkan analisa pasar yang telah dilkukan sebelumnya. Analisa pasar dengan menentukan target pasar dan permintaan konsumen tehadap produk yang akan dilakukan.

  • Analisa Pasar

Analisa pasar digunakn untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pasar tersebut. Sehingga bisa mencari strategi yang berbeda dan tepat dalam  memasarkan produk.

  • Rencana Operasional dan Manajemen

Rencana ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana bisnis yang akan dilakukan bisa berjalan dengan baik. Rencana operasional berfokus pada kebutuhan logistic perusahaan. Seperti bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, prosedur penugasan, serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yanag berkaitan dengan rencana operasional.

  • Pembiayaan

Faktor ini dignakan untuk mengetahui darimana sumber dana berasal, bagaiman mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seuruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancer.

  • Kesimpulan Usaha

Menyimpulkan usa dari seluruh kerangka bisnis plan, dengan menmplan jadwal waktu disetiap komponen yang akan dilakukan, perkiraan waktu dan hal-hal lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam menjalankan suatau usaha.

Hal-hal  yang mendorong kegagalan dan keberhasilan dalam bisnis kecil adalah sebagai berikut:

  • Penyebab Kegagalan Bisnis Kecil:
  1. Modal yang terlalu kecil.
  2. Kurang hati-hati dalam menggunakan modalnya.
  3. Tidak memahami siklus bisnis.
  4. Menetapkan harga terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  5. Berhutang terlalu besar.
  • Penyebab Keberhasilan Bisnis Kecil:
  1. Pelanggan membutuhkan perhatian yang lebih besar.
  2. Produk mudah dihasilkan dengan teknik produksi masal.
  3. Pemilik mau memperhatikan para pesaing.
  4. Bisnis yang dilakukan berada pada industry yang sedang tumbuh.
  5. Ada perusahaan besar yang menjual operasi waralabanya .

 

Yang dimaksud lingkungan internal perusahaan adalah lingkungan internal yang berada dalam perusahaan dan memengaruhi daur hidup perusahaan. Lingkungan internal terdiri dari struktur, budaya, dan sumber daya. Lingkungan internal perlu di analisis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam perusahaan.

 

Yang dimaksud lingkungan external perusahaan adalah lingkungan yang berada di luar perusahaan atau di luar bisnis. Lingkungan ini meliputi lingkungan umum dan lingkungan industri.

Bentuk –bentuk badan usaha sebagai berikut:

  • Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan didirikan dan dimiliki oleh perorangan. Karena dimiliki oleh perorangan maka tanggung jawab pemilik tidak terbatas dan keberlanjutannya juga hanya ditentukan oleh seorang pemilik tersebut. Pemilik perusahaan perseorangan juga harus menyediakan dan yang cukup besar untuk menjalankan bisnisnya.

Keunggulan Perusahaan Perseorangan:

  1. Membutuhkan investasi dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
  2. Bisa menjual bos di perusahaan milik sendiri.
  3. Bangga terhadap karya sendiri.
  4. Prosedur dan aturan hukumnya sederhana.
  5. Tidak terlalau membayarkan keuntungan yang diperoleh kepada orange lain atau pemerintah.
  6. Pajak perusahaan perseorangan rendah.

 

Kelemahan Perusahaan Perseorangan:

  1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas dan lemahnya keberlanjutan bisnis tersebut.
  2. Sumber daya keuangan sangat terbatas.
  3. Kesulitan dalam pengelolahan.
  4. Komitmen terhadap waktu sangat besar.
  5. Keuntungan pribadi sedikit.
  6. Pertumbuhan atau ekspansi dalam perusahaan perseorangan pada umumnya tidak terlalu besar.
  7. Jika pemilik perusahaan perseorangan meningal, maka besar kemungkinan perusahaan tersebut ikut mati.

 

  • Persekutuhan atau Partnership

Persekutuhan  merupakan bentuk legal kepemilikan bisnis kedua. Bentuk kepemilikan persekutuhan perusahaan perseorangan, namum dimiliki oleh lebih dari satu orang, yang bertindak sebagai pemilik dan sekutu.

Ada beberapa jenis persekutuhan, yaitu persekutuhan umum (general partnership), persekutuhan terbatas (limited partnership) dan persekutuhan yang terbatas kepemilikannya (master limited partnership).

Keunggulan Persekutuhan atau partnership:

  1. Mudah dalam pembentukannya,
  2. Pembagian keuntungan mudah karena hanya didasarkan pada persentasi kepemilikan bisnis tersebut untuk masing-masing pihak.
  3. Bakat yang dimiliki masing-masing pihak yang mengadakan kerja sama aka berpengaruh pada kelangsungan atau bejalannya bisnis tersebut.

 

Kelemahan Persekutuhan atau Partnership:

  1. Tidak terbatasnya tanggung jawab yang akan membuat bisnis semakin sulit dikelola.
  2. Apabila salah satu pihak yang bekerjasama tersebut meninggal maka keberlanjutan sulit dipertahankan.
  3. Transfer kepemilikan sulit dilakukan bila tidak ada consensus dari kedua belah pihak.
  4. Rekan kerja dapat menjalin komitmen dengan berbagai pihak lain tanpa diketahui oleh kerja lainya sehingga mereka manjadi tidak berkonsentrasi dalam menjalankan bisnisnya.

 

  • Korporasi

Korporasi meruapak pemisahan entitas bisnis yang dimiliki oleh para pemegang saham. Koperasi juga merupakan entitas legal berizin negara dengan otoritas untuk bertindak dan mempunyai kewajiban terpisah dari para pemiliknya.

Keunggulan Korporasi:

  1. Adanya keterbatasan tanggung jawab yang hanya sebesar modal yang ditanamkan dalam korporasi tersebut.
  2. Mudah dalam mendapatkan tambahan modal atau dana.
  3. Mempunyai kesempatan untuk meningkatkan jumlah dananya maka korporasi dapat dikembangkan lebih besar menggunakan peralatan dan faslitas terbaru.
  4. Keberlanjutan korporasi dapat terjamin karena dengan menjual sahamnya maka korporasi akan dapat menyediakan dana yang lebih besar.
  5. Mengalami perubahan kepemilikan dengan cara menjual lembar saham yang dimilikinya.
  6. Pemisahan antara pemilik dan pengelola.

 

Kelemahan korporasi:

  1. Proses legal yang digunakan, peraturan yang sangat ketat, biaya untuk memulai bisnis awal besar, dan berbagia persyaratan yang sangat kompleks.
  2. Perhitungan pajak ganda.
  3. Ukuran korporasi yang besar menyebabkan perusahaan tidak fleksibel dalm menanggapi perubahan pasar yang cepat dan sulit dihentikan.
  4. Memungkinkan terjadinya konflik antara pemegang sahan dan dewan direktur.
  5. Biaya awak mengelola korporasi sangat besar.

 

Struktur Organisasi sebagai berikut:

  • Work Specialization

Tingkat pembagian tugas menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah yaang dikerjakan masing-masing oleh orang yang berbeda.

Spesialisasi yang berlebihan dapat mengakibatkan tindakan manusia yang tidak ekonomis sperti kebosanan, kelelahan, kualitas yang jelek, meningkatnya ketidakhadiran, tingginya tingkat perputaran.

  • Departementalization

Departementalization menajdi alas an untuk mengelompokkan jabatan-jabatan tertentu kedalam departemen-departemen, dan departemen-departemen kedalam organisasi secara keseluruhan. Terdapat beberapa cara pengelompokkan tugas yaitu secara fungsional, berdasarkan prduk, geografis, proses atau jenis pelanggan.

  • Chain Of Command (rantai perintah)

Chain of command adalah garis wewenang yang tidak terputus dimana menghubungkan semua orang dalam sebuah organisasi dan menunjukkan posisi oang-orang tersenbut.

  • Span of management control

Span of managemen control menerangkan tentang banyaknya jumlah bawahan yang berada dalam pengawasan seorang menajer, konsep ini memacu pada beberapa banyak anak buah yang dapat diawali secara efektif dan efisien oleh seorang manajer.

 

Terima Kasih

Semoga bisa membantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s